Minggu, 15 September 2013

Rahasia Android KitKat

              Saat ini perkembangan teknologi pada perangkat bergerak berjalan sangat cepat sekali, baik dari segi software maupun hardware. Perangkat bergerak dulu hanya bisa digunakan untuk SMS dan telpon saja, namun sekarang bisa digunakan untuk browsing, chatting, E-mailing, membuat presentasi, mengedit dokumen, membuat laporan, dan melakukan hal-hal lain layaknya sebuah komputer. Sedangkan, komputer yang dulu hanya dapat melakukan operasi-operasi asli compute, sekarang mulai mendekati fungsi seperti halnya sebuah ponsel. Dari hal-hal yang di atas, didapatkan kesimpulan bahwa kedua benda tersebut merupakan penggabungan antara teknologi komunikasi dan koputer. Karena hal tersebut, sekarang banyak perusahaan-perusahaan besar dalam bidang hardware telekomunikasi seperti Nokia, Sony (dulu Sony Ericsson), Samsung, LG, Apple, HTC, bahkan perusahaan yang dulu fokus memproduksi komputer atau laptop, seperti Asus dan Lenovo juga berlomba-lomba menciptakan perangkat telekomunikasi yang mempunyai kemampuan seperti komputer yang disebut sebagai Smart Phone, yaitu perangkat bergerak yang mempunyai kemampuan untuk melakukan pekerjaan dan fungsi layaknya sebuah komputer.
                Ditinjau dari sisi software, teknologi perangkat bergerak ini juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Darimana hal ini dapat terlihat?? Hal ini bisa dilhat dari begitu banyak varian sistem operasi yang bermunculan, seperti windows mobile, symbian, blackberry, dan yang paling banyak diminati adalah sistem operasi untuk ponsel yang disebut dengan Android, sebuah sistem operasi yang dirilis oleh Google. Oleh sebab itu tidak heran bahwa sekarang banyak bermunculan industri-industri perangkat lunak yang berbasis perangkat bergerak baik untuk kebutuhan multimedia, game, office, analisis data, education, database, network dan lain sebagainya. Semua hal itu mungkin terjadi karena ada berbagai sistem operasi yang memungkinkan pihak ketiga untuk mengembangkan software-software aplikasi yang nantinya bisa dijalankan pada sistem operasi tersebut.
                Dari sekian banyak sistem operasi yang bermunculan, Android adalah sistem operasi yang paling populer yang dipakai di banyak perangkat gadget diseluruh dunia. Akan tetapi menurut Andy Rubin, mantan kepala pengembang android yang kini sudah berpindah ke posisi lain pada struktur oragnisasi Google itu sebenarnya mengatakan bahwa Android pada awalanya adalah sistem untuk kamera digital, akan tetapi dalam perkembangannya didesain untuk perangkat mobile. Suatu keputusan yang sangat penting yang pada akhirnya berbuah kesuksesan besar yang diraih Android pada saat ini. Keputusan untuk merubah haluan sistem operasi Android pada saat itu dilakukan karena dinilai cukup pesatnya perkembangan perangkat mobile dan mulai melambatnya perkembangan Kamera Digital Dunia.
Perusahaan Google untuk android tidak henti-hentinya melakukan riset untuk mengupdate sistem operasinya. Di waktu sebelum-sebelumnya android mengeluarkan versi 1.5 Cupcake , 1.6  Donut , 2.0 Eclair , 2.2 Froyo (kependekan yoghurt beku ) , 2.3 Gingerbread , 3.0 Honeycomb , 4.0 Ice Cream Sandwich dan 4.1 Jelly Bean. Nama-nama makanan biasa atau tradisional yang kemungkinan menjadi makanan khas sebuah negara. Akan tetapi pada hari Selasa (3 September 2013), sehari sebelum Samsung mengumumkan mengenai produk terbarunya yaitu Galaxy Note 3, Google mengumumkan bahwa versi berikutnya dari Android akan diberi nama “KitKat”, sebuah nama yang persis dengan coklat bar dari Nestle yang sudah terkenal hingga pelosok dunia. Sebenarnya perusahaan menolak untuk mengungkapkan banyak rincian penting mengenai tanggal rilis Android 4.4 KitKat, fitur dan update. Tapi untungnya , pada hari-hari sejak itu, kita mulai mendapatkan beberapa kejelasan. Berita ini datang sebagai kejutan karena sebelumnya Google telah menunjukkan bahwa versi 4.4 dari Android OS adalah Key Lime Pie.
                Ini pertama kalinya sebuah sistem operasi mainstream diberi nama brand yang sebelumnya berlisensi. Dalam laporannya, BBC mengatakan bahwa direktur Google untuk Android, John Lagerling, telah menghubungi pihak Nestle pertama kali untuk membicarakan mengenai nama produknya yaitu KitKat pada bulan November 2012, dan kesepakatan untuk persetujuan nama itu sendiri diselesaikan di Mobile World Congress di Barcelona pada Februari 2013. Patrice Bula, presiden marketing Nestle itu sendiri yang menceritakan mengenai kesepakatan tersebut, dia mengatakan “Dalam waktu kurang dari sejam, kami langsung mengatakan Let’s Do It”.
                Dalam proses pencapaian kesepakatan itu tidak ada pertukaran uang yang terjadi, akan tetapi ada sebuah unsur promosi yang sangat signifikan, yaitu dari 50 juta KitKat bar yang berada di 19 negara, seperti UK, US, Brasil, India, Jepang dan Rusia nanti semuanya  akan memiliki merek Android terkemuka dan dalam promosi tersebut ada ditawarkan kepada konsumen atau pembeli sebuah kesempatan untuk bisa memenangkan Nexus 7 tablet dan kartu hadiah Google Play. Semua hal tadi dilakukan secara rahasia, bahkan sebagian besar karyawan Google tidak tahu menahu mengani masalah perubahan nama tersebut. Sehingga saat berkomunikasi dengan mitra masih banyak yang mengatakan Key Lime Pie adalah versi sistem operasi terbaru dari Android. Sebuah nama yang tidak asing didengar di negara bagian Florida, Amerika serikat, karena nama tersebut adalah nama kue yang menjadi ikon negara tersebut. Setelah lama dipikir-pikir, Google menyadari bahwa diseluruh dunia ini tidak banyak yang tahu bahkan sedikit porsentasenya orang yang benar-benar tahu rasa dari Key Lime Pie.
                Saat ditelisik lagi ke bagian yang lebih dalam dari perusahaan Google, yaitu pada bagian ruang coding tempat para developer Google bekerja hingga larut malam, sebenarnya celetukan mengenai nama tersebut muncul di tempat ini. Berawal dari para staff yang sedang beristirahat tengah malam, menikmati kudapan-kudapan yang disiapkan oleh pihak Google, dan diantara kudapan-kudapan itu KitKat adalah salah satu kudapan yang ada. Di tengah-tengah kenikmatan para staff ada seseorang yang kemudian tiba-tiba mengutarakan sebuah ide brilian untuk memakai nama KitKat sebagai nama dari versi sistem operasi Android berikutnya. Singkat cerita, keesokan harinya Lagerling,  direktur Google untuk Android segera ambil tindakan cepat untuk melakukan telekonferensi dengan pihak Nestle. Dan alhasil dalam waktu 24 jam kesepakatan itupun terjadi.
                Patrice Bula, chief direktur dari Nestle mengasumsikan bahwa mungkin kerjasama ini akan menimbulkan resiko. Dia mengatakan bahwa dia mungkin akan dipecat, karena untuk mempromosikan sebuah merek dengan memakai cara baru menimbulkan resiku yang tinggi daripada memakai cara-cara tradisional yang sudah sering dilakukan. Akan tetapi Patrice Bula melihat kesempatan yang baik untuk ini, jadi daripada melakukan hal-hal yang biasa, dia memutuskan untuk secara langsung terjun memakai cara baru tersebut untuk memasarkan produk, yaitu menyetujui kesepakatan yang sudah ditawarkan oleh Google. Karena seperti yang diketahui tadi, kesepakatan yang dilakukan kedua pihak bukan karena uang, melainkan karena merasa tertantang untuk melakukan sesuatu yang tak terduga yang sekaligus menyenangkan.
                Langkah yang dilakukan oleh kedua belah pihak memang banyak menuai pujian, akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang juga berpikir lain. Ada seorang pakar atau bisa dikatakan seorang konsultan yang bernama Simon Myers, dia mengatakan bahwa jika kedua merek dagang digabungkan, semua hal dari kedua merek tersebut akan ikut terkait pada proses kedepannya, entah itu buruk ataupun baik. Karena jika salah satu merek dari dua merek tersebut mengalami masalah dalam reputasi, secara otomatis merek yang satunya akan ikut terpengaruh. Jika diingat-ingat berita mengenai pihak Nestle beberapa waktu yang lalu, sempat terjadi kasus ReCall (penarikan kembali produk dari pasar). Kejadian ini terjadi di Amerika, dimana Nestle pernah melakukan penarikan kembali produk makanan anjing yang diduga terdeteksi mengandung bakteri Salmonella.
                Begitu juga dengan Google, Google pernah memunculkan kontroversi mengenai produk Androidnya. Salah satunya berasal dari pihak pemerintah Amerika, yang mengatakan bahwa Android adalah sistem operasi yang paling banyak diincar malware daripada sistem operasi yang lain. Google telah mencatat bahwa sistemnya ini sudah diaktifkan di smartphone atau device yang lain sudah lebih dari ribuan kali.

Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar